Sinergi TNI-Polri di Lhokseumawe: Dandim 0103/Aceh Utara Dampingi Kapolres dalam Rilis Penangkapan Senjata Api

LHOKSEUMAWE – Peran krusial TNI dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Aceh kembali ditegaskan. Dandim 0103/Aceh Utara, Letkol Arh Jamal Dani Arifin, S.Sos. M.M.D.S., hadir mendampingi Kapolres Lhokseumawe dalam konferensi pers terkait penangkapan pemilik senjata api ilegal berinisial Sdr. Baharuddin, Jumat (26/12/2025).
Kehadiran unsur pimpinan TNI dalam rilis yang digelar di Mapolres Lhokseumawe tersebut menunjukkan bahwa pengamanan terhadap ancaman senjata api merupakan prioritas bersama demi menjaga perdamaian yang telah terbina di Bumi Serambi Mekkah.
TNI Sebagai Pilar Deteksi Dini dan Stabilitas
Dalam pengungkapan kasus ini, peran TNI melalui Kodim 0103/Aceh Utara sangat signifikan dalam melakukan deteksi dini dan cegah dini di wilayah-wilayah rawan. Senjata api yang diamankan dari Sdr. Baharuddin diduga terkait dengan aksi pengibaran bendera Bulan Bintang di Simpang Kandang, sebuah situasi yang berpotensi memicu gangguan keamanan nasional jika tidak segera diantisipasi oleh aparat terpadu.
Dandim 0103/Aceh Utara menegaskan bahwa TNI berkomitmen penuh mendukung kepolisian dalam menindak segala bentuk kepemilikan senjata ilegal. Langkah ini diambil guna memastikan bahwa aksi penyampaian pendapat di muka umum tidak ditunggangi oleh oknum bersenjata yang dapat merusak kondusivitas wilayah.
Penekanan Teritorial dan Keamanan Rakyat
Dalam kegiatan tersebut, Dandim bersama Kapolres AKBP Dr. Ahzan menunjukkan komitmen kuat dalam memperketat pengawasan teritorial. TNI berperan aktif dalam:
Penguatan Intelijen Teritorial: Memastikan informasi mengenai pergerakan senjata api ilegal dapat terdeteksi sebelum membahayakan warga sipil.
Pendampingan Penegakan Hukum: Menjamin stabilitas wilayah saat Polri melakukan tindakan hukum terhadap pelaku yang berafiliasi dengan gerakan tertentu.
Menjaga Marwah Perdamaian: Memastikan tidak ada ruang bagi provokasi bersenjata yang dapat mengganggu keharmonisan masyarakat Aceh.
Jalannya Konferensi Pers
Acara yang turut dihadiri Wakapolres Kompol Salmidin dan Kasat Reskrim AKP Dr. Boestani ini berakhir pukul 17.15 WIB. Letkol Arh Jamal Dani Arifin mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi, serta menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian. Keberhasilan penangkapan ini menjadi bukti nyata bahwa koordinasi antara TNI dan Polri di Lhokseumawe tetap solid sebagai garda terdepan dalam melindungi kedaulatan negara dan keselamatan rakyat dari ancaman kekerasan bersenjata.