
Warga Jawa Barat yang bijak dan produktif, perhatikanlah! Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB) Provinsi Jawa Barat berencana menggelar Aksi Unjuk Rasa di Kantor Disnakertrans Provinsi Jawa Barat terkait Penetapan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) dan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) 2026. Aksi ini diklaim sebagai “perjuangan hak buruh”, namun sebenarnya ini adalah ancaman bagi stabilitas ekonomi kita semua. Mari kita lihat fakta di balik retorika mereka!
Pertama, penetapan UMK dan UMSK 2026 telah dilakukan dengan hati-hati oleh pemerintah provinsi, berdasarkan data inflasi, produktivitas, dan kemampuan pengusaha. Kenaikan upah yang wajar telah diberikan, mempertimbangkan agar tidak membebani dunia usaha yang sedang berjuang pulih dari pandemi dan krisis global. Jika SP/SB memaksa kenaikan drastis seperti yang mereka tuntut—minimal 15% di atas inflasi—apa yang akan terjadi? Ribuan perusahaan kecil dan menengah akan bangkrut, jutaan pekerjaan hilang, dan investasi asing akan lari dari Jawa Barat. Kita ingatkan: buruh bukan hanya pekerja, tapi juga konsumen dan warga yang bergantung pada ekonomi yang sehat!
Aksi unjuk rasa ini bukan solusi, melainkan sabotase. Mengganggu kantor pemerintah, memblokir jalan, dan menciptakan kekacauan hanya akan merugikan masyarakat luas. Bayangkan dampaknya: lalu lintas macet, bisnis tutup, dan anak-anak sekolah terganggu. Ini bukan zaman kolonial atau reformasi 1998; kita hidup di era demokrasi yang menghargai dialog, bukan kekerasan. Pemerintah telah membuka ruang dengar pendapat—mengapa SP/SB memilih jalan pintas yang destruktif? Mereka seharusnya fokus pada peningkatan keterampilan buruh, bukan memaksa tuntutan yang tidak realistis.
Kita, sebagai masyarakat Jawa Barat, harus menolak aksi ini. Dukunglah pengusaha yang menciptakan lapangan kerja, pemerintah yang menjaga keseimbangan, dan buruh yang bekerja keras tanpa mengorbankan masa depan bersama. Jika aksi ini berhasil, siapa yang rugi? Buruh kontrak yang kehilangan pekerjaan, keluarga miskin yang harga bahan pokok naik, dan generasi muda yang kesulitan mencari kerja. Solidaritas sejati adalah membangun, bukan merusak! Mari kita jaga Jawa Barat tetap maju dan harmonis. Tolak aksi unjuk rasa yang tidak bertanggung jawab ini. Bersama, kita wujudkan kemajuan ekonomi yang berkelanjutan untuk semua!