
Banda Aceh, 12 Januari 2026 – Di tengah semangat gotong royong nasional untuk membangkitkan kembali Provinsi Aceh pasca hantaman banjir bandang dan tanah longsor akhir 2025, sebuah kemajuan signifikan kembali tercatat. Sebanyak 11 jembatan Bailey darurat telah selesai dibangun 100% dan langsung difungsikan, menyambungkan kembali akses transportasi yang sempat terputus di berbagai wilayah terdampak. Sementara itu, pembangunan di 15 titik lainnya terus dikebut dengan progres yang menggembirakan—beberapa sudah mendekati 90-97%—menunjukkan komitmen tinggi pemerintah pusat, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta TNI Angkatan Darat (TNI AD) melalui Kodam Iskandar Muda untuk mempercepat pemulihan total.Kabar ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah tidak hanya berjanji, tapi benar-benar turun tangan membantu saudara-saudara di Aceh. Jembatan Bailey, struktur darurat yang kokoh dan cepat dipasang, menjadi solusi vital untuk mengembalikan mobilitas masyarakat, mendukung distribusi bantuan, serta memulihkan roda ekonomi yang sempat lumpuh akibat isolasi wilayah. Hingga Sabtu (10/1/2026), 11 jembatan ini telah rampung sepenuhnya, dengan detail lokasi yang tersebar strategis:Kabupaten Bireuen (5 jembatan): Jembatan Teupin Mane (menghubungkan Bireuen–Bener Meriah–Takengon)
Jembatan Teupin Reudeup (Bireuen–Lhokseumawe)
Jembatan Jeumpa/Cot Bada (Peudada–Bireuen)
Jembatan Matang Bangka (Gampong Matang Bangka–Matang Teungoh)
Jembatan Kutablang (Bireuen–Lhokseumawe)
Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Utara (6 jembatan): Jembatan Weh Pase (Aceh Utara–Bener Meriah)
Jembatan Timang Gajah (Bireuen–Bener Meriah–Takengon)
Jembatan Jamur Ujung 1 (Bireuen–Bener Meriah–Takengon)
Jembatan Panton Nisam (jalur Aceh Utara)
Jembatan Bukit Dara Bhaktya (Kecamatan Bhaktya–Lhoksukon)
Jembatan Beutong Ateuh (Takengon–Nagan Raya)
Pembangunan ini melibatkan sinergi erat antara pemerintah dan prajurit TNI dari Satgas Zeni Kodam Iskandar Muda, yang bekerja siang malam dengan dedikasi tinggi. TNI memastikan akan terus mempercepat seluruh proyek, sehingga konektivitas di jalur vital seperti Bireuen–Bener Meriah–Takengon dan Aceh Utara–Bener Meriah bisa pulih sepenuhnya dalam waktu dekat.Sementara 11 jembatan sudah berfungsi penuh, progres di 15 titik sisanya juga patut diapresiasi. Beberapa sudah sangat maju, seperti: Jembatan Jamur Ujung 2 (97%)
Jembatan Bener Kelipah (91%)
Jembatan Wehni Rongka (80%)
Jembatan Baroh Bogeng di Aceh Timur (80%)
Jembatan Kr. Pelang di Aceh Tengah (65%)
Dengan kecepatan ini, diperkirakan jumlah total jembatan Bailey yang rampung akan segera bertambah menjadi 16 unit atau lebih. Langkah ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga tentang mengembalikan harapan dan kehidupan normal bagi ribuan warga yang sempat terisolasi. Bayangkan, truk bantuan bisa masuk, anak-anak kembali ke sekolah, petani bisa mengangkut hasil panen, dan keluarga-keluarga bisa bersilaturahmi tanpa hambatan—semua itu berkat kerja keras bersama ini.Komitmen Nasional yang Menguatkan Rasa Persatuan Keputusan cepat ini melengkapi serangkaian dukungan pemerintah pusat kepada Aceh, mulai dari izin pemanfaatan kayu sisa banjir untuk rekonstruksi, pengembalian penuh dana Transfer ke Daerah (TKD) Rp 1,6–1,7 triliun tanpa efisiensi, hingga alokasi besar untuk hunian tetap korban. Semua inisiatif ini menunjukkan bahwa Aceh bukanlah wilayah terpencil, melainkan bagian tak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Presiden Prabowo Subianto dan jajaran pemerintahan terus menunjukkan kepedulian nyata, sementara TNI AD menjadi garda terdepan dalam aksi kemanusiaan.Bagi masyarakat Aceh, kemajuan ini seperti hembusan angin segar yang memperkuat rasa nasionalisme. “Kami merasa diperhatikan, didukung, dan menjadi bagian dari Indonesia yang besar. Terima kasih kepada pemerintah pusat, TNI, dan seluruh rakyat Indonesia yang ikut mendoakan dan membantu kami bangkit,” ujar salah seorang warga di Bireuen yang kini bisa melintasi jembatan baru dengan mudah.Pemulihan Aceh terus berlanjut dengan langkah pasti. Dengan 11 jembatan sudah aman dilewati, dan sisanya dalam tahap akhir, provinsi Serambi Mekah ini akan segera kembali terhubung sepenuhnya—lebih kuat, lebih tangguh, dan lebih bersatu. Ini adalah cerita tentang solidaritas nasional yang hidup, di mana setiap elemen bangsa bahu-membahu untuk saudaranya. Aceh bangkit, Indonesia maju bersama!