
Jakarta – Kabar mengenai stok bahan bakar minyak (BBM) yang sempat habis di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) memicu kekhawatiran di masyarakat. Namun pemerintah dan pihak terkait mengimbau warga agar tidak panik karena distribusi BBM sedang dipercepat dan pasokan akan segera kembali normal.
Sejumlah laporan dari beberapa daerah menyebutkan adanya antrean kendaraan di SPBU akibat stok BBM yang menipis. Kondisi tersebut terjadi karena adanya keterlambatan distribusi dan meningkatnya permintaan dalam waktu bersamaan.
Pihak PT Pertamina (Persero) memastikan bahwa kondisi tersebut bersifat sementara dan tidak menunjukkan adanya kelangkaan BBM secara nasional.
Menurut pihak perusahaan, suplai BBM dari terminal bahan bakar ke berbagai SPBU terus dilakukan agar stok dapat segera kembali stabil.
“Masyarakat tidak perlu panik. Distribusi sedang dipercepat dan pasokan akan segera kembali normal di SPBU,” ujar perwakilan Pertamina dalam keterangan singkat.
Pemerintah juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan panic buying atau membeli BBM secara berlebihan karena dapat memperparah kondisi di lapangan.
Para pengendara diimbau untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan tetap mengikuti informasi resmi dari pemerintah maupun pihak Pertamina terkait ketersediaan pasokan.
Dengan percepatan distribusi yang dilakukan, diharapkan antrean kendaraan di SPBU dapat segera berkurang dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.