
Yogyakarta – Forum Badan Eksekutif Mahasiswa se-Daerah Istimewa Yogyakarta (BEM se-DIY) menggelar aksi turun ke jalan sebagai bentuk solidaritas dan respons atas tragedi yang melibatkan oknum anggota Brimob di Tual, Maluku. Aksi tersebut menjadi wujud keprihatinan mahasiswa terhadap peristiwa yang dinilai mencederai rasa keadilan publik.
Dalam aksi yang berlangsung damai tersebut, mahasiswa membawa sejumlah tuntutan, di antaranya penegakan hukum yang transparan, perlindungan terhadap korban, serta sanksi tegas bagi pihak yang terbukti bersalah. Mereka menilai kasus ini tidak boleh berhenti pada narasi internal institusi, melainkan harus dibuka secara jelas kepada masyarakat.
Mahasiswa menegaskan bahwa peristiwa di Tual bukan hanya persoalan lokal, tetapi menyangkut kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum secara keseluruhan. Oleh karena itu, mereka mendesak negara hadir memastikan proses hukum berjalan objektif dan tanpa tebang pilih.
Selain itu, Forum BEM se-DIY juga meminta pemerintah dan aparat terkait menyampaikan perkembangan penanganan kasus secara berkala kepada publik. Transparansi, menurut mereka, merupakan kunci untuk menjaga legitimasi negara dan mencegah munculnya spekulasi di tengah masyarakat.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan berjalan tertib. Meski demikian, mahasiswa menegaskan bahwa suara mereka akan terus disuarakan hingga proses hukum dinilai berjalan adil dan terbuka.
Forum BEM se-DIY berharap peristiwa ini menjadi momentum evaluasi bagi seluruh aparat penegak hukum agar profesionalitas, akuntabilitas, serta perlindungan terhadap masyarakat tetap menjadi prioritas utama.