
Isu kebangkitan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) kembali mencuat setelah beredarnya sejumlah video viral di media sosial. Narasi yang dibangun dalam video-video tersebut menimbulkan kekhawatiran publik dan berpotensi memicu kegaduhan di tengah masyarakat Aceh yang selama ini telah menikmati suasana damai pascakonflik.
Berbagai elemen masyarakat Aceh menilai isu tersebut tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan. Warga menegaskan bahwa Aceh saat ini berada pada fase membangun—fokus pada peningkatan kesejahteraan, pendidikan, serta penguatan ekonomi daerah. Upaya menghidupkan kembali narasi konflik dipandang sebagai provokasi yang dapat merusak persatuan dan stabilitas yang telah diraih dengan susah payah.
Tokoh masyarakat dan pemuda Aceh mengingatkan agar publik tidak mudah terpengaruh oleh konten viral yang belum terverifikasi. Media sosial, meski bermanfaat sebagai sarana informasi, kerap dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan disinformasi dan memancing emosi. Karena itu, masyarakat diajak bersikap bijak, kritis, dan mengedepankan nalar sehat sebelum menyimpulkan sesuatu.
Dalam berbagai kesempatan, warga Aceh juga menegaskan komitmen mereka terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pengibaran Sang Saka Merah Putih dalam sejumlah aksi damai menjadi simbol pilihan bersama untuk menjaga persatuan dan perdamaian. Bagi masyarakat Aceh, masa depan yang aman dan sejahtera hanya dapat dicapai melalui stabilitas, bukan dengan menghidupkan kembali konflik masa lalu.
Pemerhati sosial menilai, penguatan literasi digital menjadi kunci untuk menangkal isu-isu provokatif. Edukasi publik, klarifikasi cepat dari pihak berwenang, serta peran aktif tokoh adat dan agama dinilai efektif dalam meredam potensi gesekan di akar rumput. Kolaborasi ini penting agar ruang publik tetap sehat dan produktif.
Pada akhirnya, masyarakat Aceh menegaskan sikapnya: menolak segala bentuk provokasi dan isu kebangkitan konflik. Aceh memilih jalan damai, persatuan, dan pembangunan berkelanjutan. Stabilitas yang terjaga adalah modal utama untuk mewujudkan Aceh yang maju dan berkontribusi positif bagi Indonesia.