
JAKARTA – Menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada 20 Oktober 2026, hasil survei Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) mencatat tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo mencapai 80,7 persen.
Survei yang dilaksanakan pada 8–20 September 2026 tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan penilaian positif terhadap kepemimpinan Prabowo. Sebanyak 80,7 persen responden menyatakan puas, sementara 14,4 persen menyatakan tidak puas dan 4,9 persen tidak memberikan jawaban.
Selain tingkat kepuasan, survei LKPI mencatat kepercayaan publik terhadap Presiden Prabowo mencapai 82,1 persen. Adapun 12,8 persen responden menyatakan tidak percaya dan 5,1 persen tidak memberikan jawaban.
Kepuasan Publik Menjadi Sorotan Jelang Dua Tahun Pemerintahan
Hasil survei tersebut menjadi salah satu gambaran persepsi masyarakat menjelang dua tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran sejak dilantik pada 20 Oktober 2024.
Sejumlah agenda pemerintahan, mulai dari pemberantasan korupsi, perlindungan sosial, pembangunan ekonomi, hingga program kesejahteraan masyarakat, menjadi bagian dari aspek yang dinilai responden.
Dalam sektor pemberantasan korupsi, tingkat kepuasan responden tercatat mencapai 81,3 persen. Sementara itu, kepuasan terhadap demokratisasi dan kebebasan berpendapat berada pada angka 80,1 persen.
Adapun program yang dinilai berpihak kepada masyarakat memperoleh tingkat kepuasan sebesar 79,1 persen. Angka yang sama juga tercatat dalam penilaian terhadap penanganan kemiskinan.
Temuan ini memperlihatkan bahwa sejumlah kebijakan pemerintah memperoleh tanggapan positif dari mayoritas responden survei.
Program Makan Bergizi Gratis Mendapat Perhatian Masyarakat
Salah satu program unggulan pemerintahan Prabowo, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG), turut menjadi perhatian dalam survei tersebut.
LKPI mencatat sebanyak 69,8 persen responden menyatakan puas terhadap pelaksanaan program MBG. Sementara itu, 71,8 persen responden menginginkan program tersebut tetap dilanjutkan.
Dukungan keberlanjutan program tersebut menjadi salah satu indikator penerimaan masyarakat terhadap agenda peningkatan gizi dan kesejahteraan.
Meski demikian, pelaksanaan MBG tetap membutuhkan evaluasi dan pengawasan agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata, terutama oleh anak-anak sekolah dan kelompok masyarakat yang menjadi sasaran program.
Ekonomi dan Harga Kebutuhan Pokok Masih Menjadi Tantangan
Di tengah tingginya tingkat kepuasan secara keseluruhan, survei LKPI juga mengungkap sejumlah sektor yang masih membutuhkan perhatian pemerintah.
Dalam bidang ekonomi, tingkat kepuasan tercatat sebesar 52,8 persen, sedangkan 41,5 persen responden menyatakan tidak puas.
Sementara itu, kepuasan terhadap stabilitas harga kebutuhan pokok mencapai 51,6 persen, dengan 40,8 persen responden menyatakan tidak puas.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa persoalan daya beli masyarakat, harga pangan, lapangan kerja, serta peningkatan pendapatan masih menjadi tantangan penting pemerintah.
Kondisi ini sekaligus menegaskan perlunya kesinambungan kebijakan ekonomi yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, pemerataan pembangunan, dan penguatan ekonomi nasional.
Kepercayaan Publik Menjadi Modal bagi Kelanjutan Pemerintahan
Tingkat kepercayaan sebesar 82,1 persen dalam survei LKPI menggambarkan besarnya kepercayaan yang disampaikan responden terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo.
Dalam penyelenggaraan pemerintahan, kepercayaan publik merupakan salah satu faktor penting yang dapat mendukung pelaksanaan berbagai kebijakan nasional.
Namun, tingkat kepuasan dan kepercayaan masyarakat juga dapat berubah seiring perkembangan kondisi ekonomi, sosial, dan politik.
Karena itu, hasil survei perlu dipahami sebagai gambaran opini masyarakat pada periode tertentu, bukan sebagai ukuran tunggal keberhasilan pemerintahan.
Hasil lembaga survei lain pun dapat berbeda karena penggunaan metode, waktu pengumpulan data, dan karakteristik responden yang tidak sama.
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Harapan Masyarakat Tetap Tinggi
Memasuki dua tahun masa pemerintahan pada 20 Oktober 2026, Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menghadapi tantangan untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan bahwa kebijakan pemerintah memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat.
Pembangunan infrastruktur, ketahanan pangan, pemberantasan korupsi, peningkatan kualitas pendidikan, penyediaan lapangan kerja, dan penguatan ekonomi rakyat menjadi sejumlah agenda yang penting untuk terus dievaluasi.
Hasil survei LKPI yang mencatat kepuasan publik sebesar 80,7 persen memberikan gambaran mengenai penilaian positif mayoritas responden terhadap pemerintahan Prabowo.
Meski demikian, keberhasilan pemerintahan dalam jangka panjang akan turut ditentukan oleh pencapaian yang dapat diukur, transparansi pelaksanaan program, serta kemampuan pemerintah menjawab berbagai persoalan masyarakat.
Menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, tingginya angka kepuasan publik menjadi salah satu indikator penting, sementara perbaikan kesejahteraan dan kualitas pelayanan publik tetap menjadi ukuran utama yang perlu terus diperhatikan.