
JAKARTA — Masyarakat Indonesia diimbau untuk tidak mudah terpancing emosi maupun terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Di tengah derasnya arus informasi melalui media sosial dan aplikasi percakapan, kewaspadaan terhadap berita bohong atau hoaks menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan dan kondusivitas lingkungan.
Perkembangan teknologi membuat informasi dapat menyebar dalam hitungan detik. Namun, kecepatan tersebut juga membuka ruang bagi beredarnya informasi palsu, potongan video tanpa konteks, foto lama yang digunakan kembali, hingga narasi provokatif yang sengaja dibuat untuk memancing kemarahan dan keresahan masyarakat.
Kementerian Komunikasi dan Digital sebelumnya mengingatkan bahwa penyebaran informasi hoaks dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Karena itu, masyarakat perlu menggunakan media sosial secara positif serta tidak mudah mempercayai dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Jangan Langsung Percaya Informasi yang Viral
Salah satu persoalan yang sering terjadi adalah anggapan bahwa informasi yang banyak dibagikan otomatis merupakan informasi yang benar. Padahal, viral bukan berarti fakta.
Informasi yang mengandung judul sensasional, bahasa provokatif, sumber tidak jelas, atau ajakan untuk segera menyebarkannya perlu disikapi dengan hati-hati. Dinas Komunikasi dan Informatika juga mengingatkan bahwa ciri-ciri informasi menyesatkan antara lain menggunakan judul yang memancing emosi, sumber yang tidak jelas, serta foto atau video lama yang digunakan kembali seolah-olah merupakan kejadian terbaru.
Masyarakat sebaiknya mengambil jeda sebelum memberikan reaksi. Jangan sampai sebuah informasi yang belum tentu benar justru memicu kepanikan, permusuhan, atau konflik di lingkungan sekitar.
Saring Sebelum Sharing
Kunci menghadapi derasnya informasi digital adalah saring sebelum sharing.
Sebelum meneruskan sebuah berita atau unggahan, masyarakat dapat melakukan beberapa langkah sederhana:
- Periksa sumber informasi. Pastikan berita berasal dari media atau lembaga yang dapat dipercaya.
- Baca informasi secara utuh. Jangan hanya membaca judul atau potongan narasi.
- Periksa tanggal dan konteks. Foto atau video lama sering kali kembali beredar dengan narasi yang berbeda.
- Bandingkan dengan sumber lain. Jangan menjadikan satu unggahan sebagai satu-satunya rujukan.
- Jangan langsung bereaksi terhadap konten provokatif.
- Jangan ikut menyebarkan informasi yang belum terbukti kebenarannya.
UNICEF Indonesia melalui kampanye #SabarSebelumSebar juga mengajak masyarakat untuk memastikan kebenaran informasi sebelum membagikannya kepada keluarga, teman, maupun orang lain.
Jangan Beri Ruang bagi Provokasi
Informasi palsu tidak hanya dapat menyesatkan seseorang. Jika disebarkan secara masif, informasi tersebut dapat memengaruhi persepsi masyarakat dan menciptakan keresahan.
Karena itu, masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga ruang digital tetap sehat. Perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar, tetapi perbedaan tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling menghujat, menyebarkan fitnah, atau memperkeruh keadaan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.
Bawaslu juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya dan mendorong warga untuk melakukan pengecekan fakta dari sumber terpercaya sebelum memberikan respons maupun menyebarkan informasi.
Indonesia Aman Dimulai dari Masyarakat yang Bijak
Menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat. Masyarakat juga memiliki peran besar, termasuk dalam menjaga agar ruang digital tidak menjadi tempat berkembangnya hoaks dan provokasi.
Setiap pengguna media sosial memiliki pilihan: menjadi bagian dari penyebaran informasi yang menenangkan atau justru ikut memperbesar keresahan.
Karena itu, mari bersama-sama menjaga Indonesia tetap aman dan kondusif dengan tidak mudah percaya terhadap kabar yang belum jelas, tidak ikut menyebarkan provokasi, serta selalu melakukan verifikasi sebelum membagikan informasi.
Jangan mudah terpancing. Jangan mudah percaya. Jangan ikut menyebarkan hoaks.
Saring informasinya, cek kebenarannya, jaga persatuan Indonesia.